Rabu, 15 Oktober 2008

masalah sosial dan modal sosial part I

-MODAL SOSIAL (SOCIAL CAPITAL)

Apa itu Modal Sosial ?

Menurut Pierre Bourdieu :
"Kemampuan organisasi, jaringan sosial antarwarga dan kelembagaan sosial dalam mengontrol dan membentuk pertukaran sosial. Pertukaran sosial adalah distribusi power dan sumberdaya ekonomi antar individu atau antar kelompok dalam masyarakat.

Menurut Robert Putnam :
Serangkaian dari ”perkumpulan-perkumpulan horisontal” antar warga yang di dalamnya terdiri atas jaringan-jaringan sosial dan norma-norma terkait yang mempunyai suatu pengaruh positif terhadap pembangunan komunitas.

Kerangka Konsep Modal Sosial

1. Perkumpulan atau organisasi baik formal maupun informal, misal: kelompok tani.

2. Jaringan sosial antar warga masyarakat, misal: “persaudaraan” tukang ojek; perantau, kelompok keagamaan, dsb.

3. Kelembagaan sosial dan norma-norma sosial, baik yang bersifat formal maupun informal, misal: selapanan dusun; gotong-royong; gugur gunung, dll.

4. Partisipasi organisasi dalam mengontrol dan membentuk pengaturan ekonomi, misal: partisipasi kelompok tani dalam menentukan harga gabah di dusun/desanya.

5. Partisipasi organisasi dalam mempengaruhi kebijakan publik, misal: RT ikut menentukan jumlah iuran warganya dlm pembangunan jalan desa.

6. Kemampuan kelembagaan sosial dalam membentuk dan mengontrol pengaturan ekonomi, misal: kemampuan sistem adat-istiadat setempat melindungi kepentingan penduduk lokal untuk mendapatkan hak atas tanah ulayat.

7. Kemampuan kelembagaan sosial dalam mengontrol kebijakan publik, misal: ada institusi rembug desa yang mendorong warga untuk berembug dalam menyiapkan program pembangunan di desa tersebut.

8. Modal sosial merupakan suatu kekayaan yang dimiliki dengan cara diperjuangkan dan dimiliki secara kolektif meskipun dapat pula memberi manfaat secara individual.


Bentuk-bentuk Modal Sosial

1. Perkumpulan berbasis komunitas, profesi, agama, usia, gender, hubungan kekerabatan, hobi, dll.

2. Kelembagaan forum warga, misal : rembug desa, selapanan desa, perapatan adat, dll.

3. Kelembagaan sosial yang mengatur penyelenggaraan aktivitas publik, misal : saparan desa, syawalan, sadranan, bersih desa dsb.



4. Kelembagaan sosial yang mengatur penegakan hukum, dan etika pergaulan, misal: pemberlakuan hukum adat, dan norma-norma dalam masyarakat.

5. Kelembagaan sosial yang mengatur produksi dan pertukaran, misal: adat-istiadat penyakapan, penggaduhan, pewarisan dsb.

Isi Modal sosial

1. Kesetiakawanan dan tanggungjawab sosial.
Contoh: tradisi gotongroyong.

2. Toleransi sosial.
Contoh: Tradisi syawalan.

3. Saling percaya.
Contoh: kebiasan mengadakan arisan.

4. Komitmen terhadap aturan main.
Contoh: kepatuhan warga terhadap jimpitan beras di kampung; melakukan tradisi sambatan; dan sumbangan.

5. Kemandirian.
Contoh: Lembaga lumbung paceklik.

6. Kepedulian dan empati terhadap sesama.
Contoh: pengumpulan dana kematian; bencana alam; dll.

7. Kerjasama.
Contoh: Hubungan kerja antar perantau sedaerah di Jakarta.

8. Kesetaraan warga secara politis.
Contoh: Keterbukaan bagi setiap warga untuk menjadi calon anggota BPD, pengurus RT dan sebagainya.

9. Kekompakan.
Contoh:Konsistensi warga untuk menyatukan tindakan menolak pemerasan, memperjuangkan hak, dsb.

10. Kecenderungan menghargai dialog.
Contoh:lembaga rembug desa, rapat warga RT, dsb.

11. Kecenderungan mewujudkan partisipasi warga.
Contoh: gotong royong di kampung; dimana warga berinisasif, mengambil keputusan, melaksanakan, mengontrol kegiatan dan memanfaatkan hasilnya.


Manfaat Modal Sosial

1. Elemen penting bagi bekerjanya demokrasi.

2. Elemen penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

3. Membuat masyarakat mempunyai bargaining position yang kuat berhadapan dengan negara dan pasar.

4. Membuat kelompok masyarakat mempunyai ketahanan sosial yang handal.

5. Membuat masyarakat memiliki kemandirian.

Ini tulisan awal ya...lanjut mengenai bahasan selanjutnya pada posting berikutnya:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting ur comment yach:)