Sabtu, 24 Oktober 2009

reproduksi makna agama


Di era serba canggih lantaran kemajuan teknologi informasi, semakin memudahkan kehidupan manusia untuk bertindak. Pun juga dalam kegiatan meningkatkan kualitas hidup yang salah satunya adalah dengan melaksanakan ibadah sebagai representasi manusia beragama. Jelas tentunya dengan konteks modern saat ini, praktik agama dari orang-orang mengalami perubahan. Mengutip pendapat antropolog, (Irwan Abdullah,2009:107), cara orang mempraktikkan agama (era modern_red) bukan karena agama mengalami proses kontekstualisasi sehingga agama 'embedded' di dalam masyarakat, tetapi juga karena budaya (modern_red) yang mengkontekstualisasi agama itu dengan tata nilai yang berbeda.

Media informasi di era saat ini memberi manfaat sosialisasi massif untuk ide, ritual, dan budaya agama/religi. Penulis mengkontekskannya dengan salah satu wujud dari budaya religi yang direpresentasikan dari lagu islami atau kerap disebut nasyid yang berjudul 'Sepohon Kayu'..berikut liriknya...

Sepohon kayu daunnya rimbun...
lebat bunganya serta buahnya
walau pun hidup 1000 tahun
kalau tak sembahyang apa gunanya
walau pun hidup 1000 tahun
kalau tak sembahyang apa gunanya

kami berkerja sehari-hari
untuk belanja rumah sendiri
walaupun hidup 1000 tahun
kalau tak sembahnyang apa gunanya
walaupun hidup 1000 tahun
kalau tak sembahnyang apa gunanya

kami sembahyang fardlu sembahyang
sunat berada bukan sembarang
supaya Allah menjadi sayang
kami bekerja hatilah riang
supaya Allah menjadi sayang
kami bekerja hatilah riang
....dst....

Bukan hanya sekedar lantunan lagu dengan irama musiknya tapi lebih dari itu ..bagaimana dulu agama dapat disampaikan oleh tokoh agama yang dalam Islam dikenal dengan sebutan ustadz/kyai..sekarang 'pesan agama' dapat disampaikan melalui alunan nasyid seperti di atas. Memang ada mereka yang hanya memaknai sekedar 'karya seni islami' tapi bila ditelaah lebih lanjut ini merupakan bentuk reproduksi makna agama melalui lagu nasyid dimana orang dapat menikmatinya dengan mudah dan gratis misal dengan mendownload lewat situs You Tube..

Akhirnya ..cara orang untuk memahami agama dapat diperoleh dari dan melalui media apapun termasuk media virtual (internet) yang mudah diakses oleh siapa saja bukan ekslusif golongan semata.

Rabu, 09 September 2009

CPNS Departemen Pekerjaan Umum (DPU) 2009

Pembaca sekalian, ini ada pengumuman penerimaan CPNS DPU :
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
REPUBLIK INDONESIA
P E N G U M U M A N
Nomor : KP.01.03-Mn/ 490
PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
TINGKAT PASCA SARJANA (S.2) DAN SARJANA (S.1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2009



Departemen PU Republik Indonesia membuka kesempatan kepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga Negara Indonesia baik pria maupun wanita untuk mengikuti seleksi pengadaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah dengan ketentuan :

KUALIFIKASI PENDIDIKAN DAN JUMLAH :

No.
JURUSAN/PROGRAM STUDI
JUMLAH FORMASI

Pasca Sarjana (S.2)
42
orang

1
Teknik Sipil Pengairan
20
orang

2
Teknik Sipil Jalan
9
orang

3
Teknik Sipil Konstruksi / Struktur
7
orang

4
Perencanaan Wilayah Kota
6
orang

Sarjana (S.1)
499
orang

1
Teknik Sipil Pengairan
85
orang

2
Teknik Sipil Jalan
84
orang

3
Teknik Sipil Konstruksi / Struktur
48
orang

4
Perencanaan Wilayah Kota
26
orang

5
Arsitektur
34
orang

6
Geodesi / Geodinamika
13
orang

7
Geologi / Geofisika / Geoteknik
9
orang

8
Teknik Lingkungan
29
orang

9
Teknik Mesin
7
orang

10
Teknik Industri
5
orang

11
Teknik Elektro Arus Lemah
5
orang

12
Geografi
7
orang

13
T.Informatika
28
orang

14
Manajemen Informatika
11
orang

15
Desain Grafis
2
orang

16
Statistik
5
orang

17
Hukum Perdata
20
orang

18
Ekonomi Akuntansi
27
orang

19
Ekonomi Manajemen
6
orang

20
Ekonomi Pembangunan
8
orang

21
Administrasi Negara
24
orang

22
Sosial
3
orang

23
Sosiologi
2
orang

24
Komunikasi / Publisistik
9
orang

25
Perpustakaan
2
orang

PERSYARATAN UMUM :

Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani.
Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
Tidak sedang terikat perjanjian / kontrak kerja dengan instansi pemerintah / swasta lain.
Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS / PNS / Anggota TNI / Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
Tidak berkedudukan sebagai CPNS / PNS / Calon Anggota TNI / Polri serta Anggota TNI / Polri.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Minimal mengerti / mengetahui penggunaan dasar komputer (microsoft office) dan internet (browsing & surat elektronik)

PERSYARATAN KHUSUS BAGI PELAMAR UMUM :

Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat akreditasi (minimal B) atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional, dengan persyaratan Indek Prestasi Komulatif (IPK): untuk S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dan S2 minimal 3,25 (tiga koma dua lima). Bagi pelamar berpendidikan S.2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S.1.
Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku yang diterbitkan pada tanggal 1 Oktober 2008 atau sesudahnya. Hasil Test yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut :

EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
TOEFL Ò IBT (Internet Base TOEFL) yang diterbitkan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan nilai minimal 53 untuk S.1 dan 64 untuk S.2.
IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) 4.5 untuk S.1, dan 5.5 untuk S.2.
U s i a :

Tidak lebih dari 28 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1981 atau sesudahnya) untuk tingkat Sarjana (S1).
Tidak lebih dari 30 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1979 atau sesudahnya) untuk tingkat Pasca Sarjana (S2).

PERSYARATAN KHUSUS BAGI PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM :

Merupakan pegawai yang tercatat dalam Database Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Bagi pegawai yang tidak tercatat, maka secara otomatis diperhitungkan sebagai pelamar umum.
Berijazah Pasca Sarjana (S.2) dan atau Sarjana (S.1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat terakreditasi atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional. Bagi pelamar berpendidikan S.2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S.1.
Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku yang diterbitkan pada tanggal 1 Oktober 2008 atau sesudahnya. Hasil Test yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai beriku :

EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
TOEFL Ò IBT (Internet Base TOEFL) yang diterbitkan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan nilai minimal 53 untuk S.1 dan 64 untuk S.2.
IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) 4.5 untuk S.1, dan 5.5 untuk S.2.
TOEFL Prediction dari Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
Berusia tidak lebih dari 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1974 atau sesudahnya) untuk tingkat Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S.2).
Telah bekerja sebagai pegawai tidak tetap sebelum 1 April 2007 yang dinyatakan dengan Surat Keterangan dari Sekretaris Satminkal / Direktur / Kepala Biro / Kepala Pusat di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

PENDAFTARAN :

Proses pendaftaran Pelamar dapat dilihat melalui Website Departemen Pekerjaan Umum di http://www.pu. go.id.
Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran dan secara system dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.
Periode Pendaftaran online dibuka mulai tanggal 3 s.d. 30 September 2009.
Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan setelah mendaftar secara online dan mendapatkan No. Berkas dan telah diterima panitia paling lambat tanggal 5 Oktober 2009 jam 15.00
Pengiriman Berkas hanya melalui Kotak Pos 541 JKTM 12700 dan ditujukan kepada :

Ketua Panitia Pengadaan CPNS 2009
Departemen Pekerjaan Umum
Kotak Pos 541
JKTM 12700
Kelengkapan lamaran bagi Pelamar Umum

Hasil cetak Nomor Berkas sesuai yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online, dibubuhi meterai dan ditandatangani.
Dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa :

Fotocopy ijazah S.2 atau S.1 berikut transkrip dari Perguruan Tinggi Negeri / Swasta yang sudah dilegalisir sesuai persyaratan :

Universitas / Institut, oleh Rektor / Dekan / Pembantu Dekan Bidang Akademik.
Sekolah Tinggi, oleh Ketua / Pembantu / Ketua Bidang Akademik.
Ijazah yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Luar Negeri oleh Pejabat yang berwenang di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
1 (satu) Duplikat / fotocopy legalisir Sertifikat Tes Kemampuan Bahasa Inggris sesuai persyaratan.
3 (tiga) lembar pas photo ukuran 3 x 4 cm (berwarna) dan nama pelamar dituliskan di bagian belakang.
Fotocopy KTP yang masih berlaku.
Fotocopy Akte Kelahiran.
Surat Pernyataan yang bersangkutan bersedia ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia.
Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi pengunduran diri (bagi yang diterima dan mengundurkan diri) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) bermeterai Rp. 6.000,- sesuai dengan contoh dalam website.
Khusus PTT dilengkapi dengan Surat Pernyataan dari Sekretaris Satminkal / Direktur / Kepala Biro / Kepala Pusat terkait dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas..
Berkas lamaran disusun rapi dalam map snelhecter dan dimasukkan dalam amplop berwarna coklat. Warna Map untuk pelamar umum : S.1 (kuning), S.2 (biru). Untuk Pegawai Tidak Tetap : S.1 (merah), S.2 (coklat).
Cantumkan informasi pelamar pada amplop (disediakan oleh sistem pada saat selesai pendaftaran online).
Berkas lamaran yang tidak lengkap atau terdapat perbedaan data antara database pelamar dengan berkas yang disampaikan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat

PENDAFTARAN :
Berikut adalah Tahapan dan Jadwal Seleksi dalam Pengadaan PNS Departemen PU Tahun 2009 :

No.
TAHAPAN / JADWAL SELEKSI
TANGGAL





1
Pendaftaran secara Online
3 – 30 Sept 2009

2
Penerimaan Berkas
3 Sept – 5 Okt 2009

3
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
11 Okt 2009

4
Pengambilan Tanda Peserta Ujian
14– 16 Okt 2009

5
Ujian Tertulis
17 Okt 2009

6
Pengumuman Hasil Test
24 Okt 2009

7
Pemberkasan Ulang
26 Okt – 6 Nov 2009

8
Penyampaian secara simbolis SK CPNS 2009
3 Des 2009
Seleksi dilakukan dengan tahapan (sistem gugur) sebagai berikut :

Seleksi Administratif dengan melihat pemenuhan persyaratan di atas, dan yang tidak memenuhi persyaratan akan gugur. Hanya mereka yang dinyatakan lulus seleksi administratif yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis melalui pengumuman di website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.
Bagi pelamar yang lulus Seleksi Administratif diharuskan untuk mengambil Tanda Peserta Ujian, waktu dan lokasi pengambilan Tanda Peserta Ujian akan ditentukan kemudian.
Tanda Peserta Seleksi Ujian Tertulis diambil sendiri oleh calon peserta (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa dokumen asli berupa: ijazah, Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris, transkrip nilai dan akte kelahiran untuk diperlihatkan kepada panitia.
Ujian tertulis meliputi Test Pengetahuan Umum (TPU) yang terdiri dari : Pengetahuan Ke-PU-an, Bahasa Indonesia, Pancasila, Tata Negara, Sejarah dan Kebijakan Pemerintah. Test Bakat Skolastik (TBS), Pengetahuan Khusus/Substansi, Test Skala Kematangan (TSK). Waktu dan lokasi Ujian Tertulis akan ditentukan kemudian.
Hasil Ujian tulis akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.

LAIN-LAIN :

Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Pekerjaan Umum tidak dipungut biaya.
Departemen PU tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum – oknum yang mengatasnamakan Departemen Pekerjaan Umum atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran – tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon PNS.
Panitia membuka jalur pelayanan telephone (hotline) bagi para pelamar pada hari dan jam kerja (3 s.d. 30 September 2009, Senin – Jumat, 09:00 – 15:00 WIB) :

Persyaratan Administratif
Sistem Online




0857 163 55447 (Sdri. Wenny)
0857 163 55448 (Sdri. Dewi)
0857 163 55449 (Sdr. Sam)



Lamaran tanpa nomor berkas lamaran dianggap tidak berlaku dan tidak akan diperiksa oleh panitia. Panitia hanya memeriksa 1 (satu) berkas lamaran untuk 1 (satu) Nomor Berkas.
Surat Keterangan Kelulusan / Ijazah sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan ijazah asli yang bersangkutan pada saat yang bersangkutan mengambil Nomor Peserta Ujian. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah asli, maka yang bersangkutan tidak dapat mengambil Nomor Peserta Ujian.
Bagi Pelamar lulusan luar negeri harap melampirkan konversi transkrip nilai yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.
Berkas lamaran yang dikirimkan kepada Departemen Pekerjaan Umum sebelum pengumuman Pengadaan PNS Tahun 2009 dianggap tidak berlaku.
Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.
Hal – hal lain yang berkaitan dengan pengadaan dan seleksi PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2009 dapat dilihat pada website Departemen PU (http://www.pu. go.id) dan para pelamar disarankan untuk terus memonitor perkembangannya.



Jakarta, 3 September 2009

A.N MENTERI PEKERJAAN UMUM
Sekretaris Jenderal

ttd

Ir. AGOES WIDJANARKO, MIP
NIP. 110023320

Sabtu, 15 Agustus 2009

tips sehat ramadhan

Ramadhan sebentar lagi...Bulan yang dinanti-nanti...Bersihkan jiwa...luruskan niat..siapkan diri tunaikan ibadah di bulan penuh berkah.., Berikut tips sehat selama bulan Ramadhan ala Hembing..:

1.Tanamkan niat ikhlas untuk menunaikan puasa dan ucapkan syukur atas nikmat Allah SWT,
2.Menerapkan pola makan sehat
3.Keseimbangan gizi maupun porsinya sangat penting
4.Jangan makan terlalu kenyang dan jangan jadikan saat berbuka dengan mengkonsumsi secara berlebihan
5.Batasi mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, makanan kalengan, daging olahan dll
6.Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar saat berbuka atau sahur. Perbanyak minum air putih
7.Saat makan sahur maupun berbuka, sebaiknya sajian makanan yang fresh dan dimasak bukan yang telah disimpan selama beberapa hari kemudian dipanaskan
8.Masakan disajikan secara bervariasi, guna meningkatkan nafsu makan saaat sahur
9.Membatasi untuk mengonsumsi gula, makanan gorengan, makanan bersantan
10.Melakukan olahraga ringan secara teratur seperti, jalan kaki, senam, olahraga pernafasan dan lain-lain

Yups..tips singkat semoga mudah tuk dijalankan..agar rangkaian puasa kita di bulan Ramadhan lancar, dimudahkan, Allahumma Amin

Kamis, 30 Juli 2009

lowongan departemen perindustrian 2009

Setiap tahun hampir dipastikan beberapa Departemen membuka lowongan..Nah inilah kesempatan tuk temen-temen ya...get ur dream come true..berikut infonya..:)

P E N G U M U M A N

NOMOR : 935/SJ.IND.2/ PENG/7/2009
REKRUITMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN
FORMASI TAHUN 2009


Departemen Perindustrian membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia lulusan Strata 2 (S2), Strata 1 (S1)/Diploma IV (D.IV), Diploma III (D.III), untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Perindustrian.

I. PERSYARATAN UMUM
1. Persyaratan Pelamar :

WNI berusia serendah-rendahnya 21 Tahun dan setinggi-tingginya 30 Tahun pada tanggal 1 Oktober 2009.
Memiliki kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.
Pelamar berasal dari Jurusan yang Terakreditasi A oleh Depdiknas untuk pendidikan Strata 2 (S2), Strata 1 (S1)/Diploma IV (D.IV), dan Terakreditasi B untuk Diploma III (D.III) kecuali Akademi dengan spesialisasi Teknologi Kulit.
Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan.
Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/POLRI, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta/pegawai BUMN/BUMD/Koperasi.
Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri.
Berkelakuan baik berdasarkan catatan dari kepolisian setempat.
Sehat jasmani dan rohani berdasarkan keterangan Dokter.
Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditentukan oleh Pemerintah.
Bersedia mengganti rugi bila setelah diterima, kemudian mengundurkan diri.

2. Kualifikasi Pendidikan

Diploma III (D3) : 89 orang
Strata I (S1)/ Diploma 4 (D4) : 301 orang
Strata II (S2) : 12 orang

Jumlah formasi dan kualifikasi pendidikan yang diperlukan, secara rinci tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini.

3. Umur pada tanggal 1 Oktober 2009
Untuk Diploma III (D.III) / Sarjana Muda berusia maksimal 25 tahun.
Untuk Strata I (S1)/ Diploma IV (D.IV) berusia maksimal 28 tahun.
Untuk Strata II (S2), berusia maksimal 30 tahun.

4. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK: skala 4)

Untuk Diploma III (D3)/Sarjana Muda minimal 2,60.
Untuk Strata I (S1)/DIploma IV (D.IV) minimal 2,75.
Untuk Strata II (S2) minimal 3,10.


Info selengkapnya ada di http://www.depperin .go.id/

Kamis, 09 Juli 2009

penelitian sosial : kontekstualisasi hermeneutika

Metode penelitian kualitatif secara luas telah digunakan dalam berbagai penelitian sosial termasuk sosiologi. Dalam tulisan kali ini penulis ingin membagikan informasi mengenai salah satu metode kualitatif yaitu hermeneutika. Dalam pengertiannya, metode hermeneutika adalah suatu pendekatan yang berintikan pada pengertian pemberian penafsiran atas dunia kehidupan sosial. Dunia kehidupan sosial disini adalah segala bentuk objek simbolis yang kita hasilkan dalam percakapan dan tindakan mulai dari ungkapan langsung seperti pikiran, perasaan, keinginan, atau melalui endapan – endapannya seperti dalam teks kuno, tradisi, karya seni sampai pada susunan yang dihasilkan secara tak langsung yang bersifat stabil dan tertata seperti pranata, sistem sosial, dan struktur kepribadian (Budi Hardiman,1991). Nah, berdasar pengalaman penulis dalam mengkontekskan hermeneutika ini pada sebuah karya seni lukisan 'garuda biru'..(jujur lupa waktunya..yang jelas waktu kuliah dulu..he..)..oke...smoga bermanfaat ya..skali ini just sample...tentu masih butuh bacaan...let see...

Ilustrasi Lukisan Garuda Biru

karya seni lukisan “ Garuda Biru ” merupakan karya JS. Murdowo, sebuah karya lukisan cat minyak di atas kanvas berukuran ( 150x200 ) cm dengan gaya dekoratif.Lukisan Garuda Biru ini sesuai dengan namanya diilustrasikan dengan objek satwa burung. Objek satwa burung yang diambil adalah burung merak yang telah tersohor karena keindahan bulunya ditambah dengan burung jenis lain serta ten-tunya adalah burung Garuda yang juga merupakan lambang dari negara Indonesia ini. Satwa burung menjadi inspirasi yang tak kunjung habis dikarenakan keinda-han bulunya, suaranya, jenisnya, kesukaannya, kepekaannya, cara merawat anak – anaknya dan seterusnya. Selain itu, maskot burung sering dipakai oleh banyak negara seperti Amerika, Jerman, Emirat Arab, Irak, Italia, Papua Nugini, Po-landia, Portugis, Mesir, Indonesia, serta masih banyak lagi. Hal ini memper-lihatkan adanya keunggulan dalam filosofi satwa burung tersebut meski ini dikembalikan pada konteks masing – masing negara.
Burung – burung ini sebagian besar bertengger / hinggap pada ranting pohon yang besar. Sementara, tampak burung Garuda berwarna lain dari biasanya ( emas ) yaitu berwarna biru ‘legam’ seperti luka memar dan kakinya tidak bertengger pada dahan / ranting seperti halnya burung – burung yang lain. Kemudian tampak pada lukisan adanya daun – daun yang berjatuhan / berguguran hingga ke tanah.
Pewarnaan pada burung selain Garuda tampak warna – warni. Warna yang ditampilkan seputar warna merah, kuning, dan biru pada burung yang tampak berkelompok. Burung yang berkelompok / sejenis tampak saling bertikai seolah memperebutkan sesuatu. Selain itu, antar kelompok burung juga tampak saling bertikai. Terlihat pula adanya burung yang hinggap pada burung merak yang besar seolah ‘menumpang’ kesohoran burung merak yang terkenal sebagai burung yang indah.
Adapun maksud ilustrasi dari kehidupan satwa burung ini dikaitkan dengan konteks Indonesia skala nasional yaitu masa rentang tahun 2001. Asumsi / tema diangkat berdasarkan keprihatinan terhadap kondisi sosial politik masyarakat Indonesia masa itu. Kondisi yang ada saat itu sangat kompleks dengan indikasi banyaknya masalah sosial seperti kerusuhan yang berdampak pada stabilitas nasional. Pelukis bermaksud melalui hasil karya seni lukisnya dapat menja-dikannya sebagai momentum mengenang peristiwa yang terjadi saat itu melalui simbolisasi kehidupan burung – burung.

Hermeneutika Lukisan “ Garuda Biru ”

Pengungkapan konsep objek burung sebagaimana yang telah diilustrasikan adalah sebagai penggambaran tokoh – tokoh yang memegang peranan dalam pemerintahan Indonesia. Burung – burung sejenis mewakili kelompok yang sejenis demikian sebaliknya. Burung yang bertengger di atas burung besar merupakan simbolisasi sosok yang ‘nebeng’ kejayaan atau ‘tim sukses’ dari burung yang ditunggangi tersebut.
Selanjutnya, objek lukisan yaitu satwa burung, dimana kehidupannya menyatu dengan alam / kesatuan alamiah flora – fauna. Kesatuan terlihat dimana burung – burung dengan berbagai varian jenis dan ukuran bertengger pada pohon. Keberadaan pohon memberi ilustrasi kehidupan sosial ekonomi dalam masyarakat, dimana pada cabang / ranting tinggi menunjukkan posisi status yang tinggi. Selain itu, daun – daun berguguran dari pohon sebagai ilustrasi banyaknya korban dalam situasi masa rentang tahun 2001.
Adapun landasan ide / latar belakang penciptaan lukisan Garuda Biru didasarkan pada konteks kehidupan masa kurun waktu 2001 yang penuh dengan dinamika sosial yang kompleks. Kompleksitas permasalahan nasional diawali adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak awal tahun 1998 telah memberi dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan nasional Indonesia. Dampak yang ada tidak terbatas pada sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup / ekonomi, melainkan terus menjalar pada permasalahan sosial sampai politik.
Masalah sosial seperti kerusuhan, penjarahan tentunya tak lepas dari kondisi politik nasional saat itu. Perpolitikan nasional yang sedang carut marut ditandai dengan adanya pergantian rezim pemerintahan, serta pembangunan ekonomi yang tidak stabil menimbulkan masalah instabilitas nasional. Indikasi ini semakin diperparah dengan kerusuhan yang ada seakan ada skenario yang melibatkan elit
(negara), massa dengan SARA. Keadaan ini menjadi cepat menjalar dikarenakan isu – isu yang berkembang ditanggapi masyarakat secara berlebihan yang ibarat
‘rumput kering’ yang mudah tersulut namun sulit dipadamkan. Hal yang memprihatinkan adalah munculnya korban yang tidak sedikit akibat kerusuhan yang terjadi.
Selain itu masalah indikasi degradasi moral dalam masyarakat Indonesia yaitu masalah budaya KKN yang kian marak dan justru mengakar menimbulkan kesengsaraan rakyat, selain itu timbul pula tawuran di kalangan remaja, serta berbagai tindakan kriminal lainnya ( narkoba, pergaulan bebas ). Hal ini bila dikaitkan dengan konteks masyarakat Indonesia adalah masyarakat agamis – religius yang hidup bersama ditengah keberagaman agama dan kepercayaan yang ada. Masyarakat Indonesia yang majemuk ini juga telah mempunyai konsensus / general agreement yaitu nilai falsafah Pancasila warisan pendiri bangsa yang luhur. Nilai – nilai yang terangkum dalam Pancasila pada dasarnya merupakan asas kerohanian, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang seharusnya dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan pada generasi berikutnya. Namun, hal ini menjadi kontradiksi bila dikaitkan dengan konteks kehidupan nasional masa itu yang sungguh dalam kondisi memprihatinkan.

Objek utama selanjutnya adalah 'burung Garuda' yang dalam lukisan tampak spesifik yaitu dari segi ukuran yang tampak kecil, warna yang ‘biru legam’, serta posisi yang tidak berpijak / bertengger pada pohon ( simbolisasi kehidupan sosial ekonomi).
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya lambang / dasar negara Indonesia adalah Garuda Pancasila yang merupakan bentukan konsensus masyarakat Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam yang juga sarat kemajemukan suku bangsa/ etnis, agama, dan adat istiadat dengan ciri lokalitas yang khas. Pluralitas yang ada ini dapat dipersatukan melalui semboyan “ Bhinneka Tunggal Ika ” yang bermakna bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Semboyan ini tertulis dalam pita yang terikat pada kaki burung Garuda. Selanjutnya, bila kita lihat ilustrasi Garuda dalam lukisan adalah warna biru legam, tampak seperti ‘luka memar’. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa posisi Garuda seolah sedang terluka parah hingga nyaris dapat dikatakan perlu operasi. Hal ini bermakna Garuda telah tercampakkan secara ‘kasar’ oleh kaum bangsanya sendiri. Sekadar pengingat syair dendang lagu “Garuda Pancasila” yaitu:
Garuda Pancasila akulah pendukungmu
Patriot proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku, ayo maju – maju, ayo maju – maju, ayo maju – maju

Syair ini bila dikaitkan dengan konteks saat itu menjadi pertanyaan retoris, ‘mana pendukungmu’ , semua mencampakkan, terlupakan dan tersudut karena putra bangsa sedang khilaf, sibuk dengan urusan masing – masing. Nasionalisme dan cinta tanah air tergantikan oleh nafsu – ambisi untuk menguasai negeri dengan menghalalkan pelbagai cara dan upaya. Pertikaian antar kelompok yang kemudian menjadi jawabnya, disintegrasi mulai muncul berakar justru dari negeri sendiri. Putra bangsa saling sakit – menyakiti, membuat luka Garuda Pancasila sebagai representasi kebhinnekaan Indonesia.
Garuda Pancasila yang termaknai sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, pengemban cita – cita Negara dan Bangsa yang semestinya menjadi dasar pemikiran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terwujud nyata. Nilai yang terkandung sarat makna karena wujud integrasi dari nilai universal yaitu asas kerokhanian ( sila I ), kemanusiaan ( sila II ) , persatuan
( sila III ), kerakyatan ( sila IV ), serta keadilan sosial ( sila V ). Nilai luhur yang seharusnya tidak hanya menjadi sekedar normatif belaka, yang lemah dalam aplikasinya justru akan menjadi ‘bomerang’yang menjerumuskan pada kehancuran. Oleh karenanya, amanat yang terkandung melalui karya seni lukisan Garuda Biru adalah agar segala peristiwa nasional masa kurun waktu tahun 2001 dapat menjadi bahan perenungan bagi kehidupan ke depan yang jauh lebih baik, maju, dan berperadaban. Masyarakat Indonesia harus menyadari bahwa mereka hidup di tangah masyarakat yang majemuk. Masyarakat majemuk ini otomatis pula majemuk pola pikir maupun pola perilakunya serta majemuk pula dalam kepentingan/ kebutuhannya. Dengan demikian, membangun kembali general agreements bangsa Indonesia adalah menjadi hal yang utama dan terutama. (end)

Ok..setelah membacanya tentu ingat dong dengan salah satu judul film yang baru-baru ini diputar di bioskop..'Garuda di Dadaku'...yuppsss...by hermeneutika kita bisa melakukan 'penafsiran' atas fenomena yang ada. Tentu bila ini kemudian akan dijadikan sebagai alat analisa data membutuhkan pembacaan yang mendalam...not only outside..but inside...indeep...hmmm lain waktu penulis akan bahas lagi ya...trims...

Rabu, 13 Mei 2009

lowongan kerja-penerbitan 2009

Penerbit Galangpress menantang Anda, orang muda kreatif, untuk bekerja, berkembang, dan berprestasi bersama kami sebagai:

EDITOR (ED)
Editor tetap untuk buku Komputer, Kewirausahaan, Hukum, Psikologi, dan Pelajaran.
Kualifikasi:
- Laki-laki/perempuan
- Usia maksimal 27 tahun
- Pendidikan S1 semua jurusan
- Mampu berkomunikasi aktif (lisan/tertulis) baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
- Berpengalaman dalam dunia tulis-menulis
- Berorientasi pada kualitas dan target waktu
- Sanggup bekerja dalam tekanan
- Memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan siap mengerjakan tema apa pun
- Loyal, berdedikasi, dan mobilitas tinggi
- Berdomisili di Jogja

ILUSTRATOR/VISUALISER (VIS)
Kualifikasi:
- Laki/perempuan
- Usia maksimal 27 tahun
- Pendidikan minimal D-III, desain grafis/umum
- Menguasai teknik ilustrasi manual serta digital dengan berbagai tema
- Menguasai program Desain Grafis, minimal: Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator,
Adobe InDesign serta CorelDraw
- Memahami proses cetak
- Sanggup bekerja dengan brief minimal
- Berorientasi pada target (bekerja cepat, tepat, dan akurat)
- Memiliki ketrampilan fotografi merupakan nilai lebih dalam proses seleksi
- Berdomisili di Jogja

Rebut kesempatan emas ini! Kirim lamaran paling menarik, Fotokopi ijazah asli, CV/resume, pas foto terbaru, serta portfolio (contoh karya) terbaik Anda ke:
HRD Dept. Galangpress, Jl. Mawar Tengah/72, Baciro, Yogyakarta 55225. Paling lambat tanggal 18 Mei 2009. Cantumkan kode posisi di sudut kiri atas amplop.
Tidak ada korespondensi untuk informasi ini, kami hanya memanggil pelamar yang memenuhi kualifikasi.

Selasa, 05 Mei 2009

rupa-rupa pemilu 2009

Berikut cuplikan rekaman ttg kampanye caleg simak ya...



Subscribe Free  Add to my Page
(above "
Links
")
"
My Podcast
"

Pertanyaannya..bagaimana fakta yang harus diterima oleh para caleg pasca pemilu legislatif yang lalu? Banyak kejadian mulai dari yang stress sampai yang bahagia lantaran sukses mendulang suara di daerah pemilihannya. Paling tidak menjadikan pembelajaran dalam berpolitik di negeri ini. Yesss....